A. Hakikat dan dimensi
identitas nasional
Kata identitas berasal dari bahasa Inggris identity yang
memiliki pengertian harfiah ciri-ciri, tanda-tanda atau jati diri yang melekat
pada
seseorang atau sesuatu yang membedekannya dengan yang lain. Dalam termantropologi, identitas adalah sifat yang khas yang menerangkan dan sesuai dengan kesadaran diri pribadi sendiri, golongan sendiri, krlompok sendiri, komunitas sendiri, atau negara sendiri. Mengacu pada pengertian ini, identitas tidak terbatas pada individu semata tetapi berlaku pula pada suatu kelompok. Secara harfiah identitas adalah ungkapan nilai-nilai budaya suatu bangsa yang bersifat khas dan yang membedakannya dengan negara lain. Kekhasannya itu banyak yang di sebut dengan identitas. Dalam pembentukan identitas itu belum selesai tapi masih berlangsung dalam berkembang dan situasi (kontekstual) yang mengikuti perubahan zaman. Sifat identitas yang telatif dan kontekstual mengharuskan setiap bangsa untuk selalu kritis terhadap identitas nasionalnya untuk selalu menyegarkan pemahaman dan jati diri bangsa. Tapi bagai manakah bangsa Indonesia dalam
seseorang atau sesuatu yang membedekannya dengan yang lain. Dalam termantropologi, identitas adalah sifat yang khas yang menerangkan dan sesuai dengan kesadaran diri pribadi sendiri, golongan sendiri, krlompok sendiri, komunitas sendiri, atau negara sendiri. Mengacu pada pengertian ini, identitas tidak terbatas pada individu semata tetapi berlaku pula pada suatu kelompok. Secara harfiah identitas adalah ungkapan nilai-nilai budaya suatu bangsa yang bersifat khas dan yang membedakannya dengan negara lain. Kekhasannya itu banyak yang di sebut dengan identitas. Dalam pembentukan identitas itu belum selesai tapi masih berlangsung dalam berkembang dan situasi (kontekstual) yang mengikuti perubahan zaman. Sifat identitas yang telatif dan kontekstual mengharuskan setiap bangsa untuk selalu kritis terhadap identitas nasionalnya untuk selalu menyegarkan pemahaman dan jati diri bangsa. Tapi bagai manakah bangsa Indonesia dalam