Laman

Kamis, 13 Oktober 2016

Produksi Film

Produksi Film
Kegiatan produksi film dan audio visual secara umum terdiri dari lima proses akan tetapi dari lima kegiatan tersebut  yang utama adalah :
1.     Pra-produksi
Merupakan kegiatan tahap perencanaan produksi film yang akan diproduksi. Kompleksitas sebuah kegiatan perencanaan ini bergantung pada besar atau kecilnya film yang akan diproduksi.
2.     Produksi
Setelah semua kegiatan pra-produksi serta kegiatan lain yang berkaitan dengan preparasi selesai dilaksanakan, maka tahap selanjutnya adalah melaksanakan pengambilan gambar adegan (take  shot)  atau yang lebih dikenal kaum awam dengan sebutan „syuting‟.

DIGITAL CINEMA

Distribusi Film Digital

Sampai saat ini, proses pembuatan film yang sebenarnya dari sebuah produksi film telah dilakukan menggunakan tradisional 35mm atau 70mm film kamera menggunakan tabung-tabung seluloid. Gambar kualitas yang dihasilkan oleh kamera digital dirasakan secara signifikan lebih rendah dari film, dan jadi, sementara rekaman film semakin diberi makan ke dalam komputer untuk pascaproduksi manipulasi, proses produksi itu sendiri tetap berbasis seluloid.
Film digital dimulai, dalam teori, pada akhir tahun 1980an, ketika Sony datang dengan pemasaran konsep ‘sinematografi elektronik’. Inisiatif ini gagal lepas landas dengan profesional dan publik sama, dan hanya pada akhir tahun 1990-an, dengan pengenalan perekam HDCAM dan penggantian nama dari proses untuk ‘sinematografi digital’, yang membuat film menggunakan kamera digital dan peralatan terkait akhirnyamulai mengambil alih.

Kamis, 06 Oktober 2016

Sejarah Televisi

SEJARAH TELEVISI

Televisi dijaman ini sudah tidak asing lagi dikalangan manapun karena televisi sudah menjadi barang yang sudah banyak ditemui dan menjadi kebutuhan pokok bagi kehidupan masyarakat untuk mendapat informasi, berbeda dengan tahun 90-an televisi menjadi barang mewah dan hanya sedikit yang menggunakannya, mulai dari televisi hitam putih hingga sekarang sudah memiliki warna dengan kemajuan teknologi. Televisi pada jaman ini sudah menembus semua lapisan sosial dan ekonomi mulai dari kehidupan sosial, Olah Raga, berita publik sampai ke fasilitas lainnya. Televisi yang sifatnya audiovisual memiliki kelebihan bisa dilihat dan di dengar maka televisi dapat dikatakan media paling disukai di semua kalangan hingga sekarang. Televisi lahir karena perkembangan teknologi yang bermula dari ditemukannya electrische teleskop dengan perwujudan gagasan Paul Nipkov sehingga diadakan percobaan pemancaran dan penerimaan sinyal televisi, dan akhirnya Paul dijuluki dengan bapak televisi.

Televisi pertama dinikmati oleh masyarakat AS pada tahun 1939 tetapi terhenti karena Perang Dunia II dan mulai dipublikasikan kembali pada tahun 1948. Pada akhirnya televisi tidak hanya ada di AS saja, negara-negara Eropa pun tak mau ketinggalan dan sampai saat ini televisi sudah sangat mendunia. Di Indonesia siaran televisi pertama adalah TVRI yang berada dibawah Departemen Penerangan pada tahun 1962, kemudian pada tahun 1989 mulai mucul siaran-siaran lainnya seperti RCTI, SCTV,TPI,dll.

Daftar Pustaka :
repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/29864/4/Chapter%20II.pdf