Laman

Kamis, 13 Oktober 2016

Produksi Film

Produksi Film
Kegiatan produksi film dan audio visual secara umum terdiri dari lima proses akan tetapi dari lima kegiatan tersebut  yang utama adalah :
1.     Pra-produksi
Merupakan kegiatan tahap perencanaan produksi film yang akan diproduksi. Kompleksitas sebuah kegiatan perencanaan ini bergantung pada besar atau kecilnya film yang akan diproduksi.
2.     Produksi
Setelah semua kegiatan pra-produksi serta kegiatan lain yang berkaitan dengan preparasi selesai dilaksanakan, maka tahap selanjutnya adalah melaksanakan pengambilan gambar adegan (take  shot)  atau yang lebih dikenal kaum awam dengan sebutan „syuting‟.
3.     Post-produksi
Setelah proses produksi rampung, maka kegiatan selanjutnya dalam pembuatan film adalah post-produksi. Dalam tahap ini, hasil perekaman gambar diolah dan digabungkan dengan hasil rekaman suara. Aspek terpenting dari kegiatan post-produksi adalah :
·        Editing Offline
Merupakan tahapan penyuntingan kasar, di mana setiap adegan sudah disusun sesuai dengan urutan pada naskah. Pada proses editing offline ini, hanya dilakukan penyuntingan adegan per adegan, tanpa memasukkan efek suara dan efek audio lain seperti musik latar (music scoring).
·        Editing Online
Setelah melalui tahap picture locked, maka langkah selanjutnya adalah mengerjakan tahap editing online. Pada kegiatan editing online ini, susunan adegan yang sudah „dikunci‟ ditambahkan efek suara, music scoring (musik latar), serta efek visual lain seperti coloring, animation, serta special effect. Proses editing tidak lagi mengacu pada naskah.


Daftar Pustaka :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar